Thursday, July 2, 2015

Bacalah, bacalah, bacalah (daftar menunya) !

Malam ini nurutin kemauan suami tersayang yang lagi pengen makan makanan yang berkuah. Sementara istrinya ini (hanya) masak lele goreng dan pecel sayur di rumah. Jadilah kami meluncur ke salah satu rumah makan spesial iga yang lumayan terkenal di kota ini.

Setelah melihat menu, kami langsung memesan makanan yang kami inginkan. Untuk minumannya, tanpa membaca, kami langsung memesan minuman sederhana favorit kami : jeruk. Saya pesan es jeruk, sementara suami yang sedang pilek memesan jeruk hangat.

Tak menunggu lama, minuman yang kami pesan pun datang. Jeruk hangat di gelas kecil, dan es jeruk di gelas yang lebih besar, standar gelas yang biasa digunakan untuk minuman jus. Tak lama kemudian, makanannya pun menyusul dan kami lahap menyantap makanan yang rasanya menurut saya dapat nilai 9 dari 10 itu.

Dan tibalah saat membayar. Sebelumnya saya sudah menghitung secara kasar, kemungkinan yang harus dibayar sekitar Rp 80.000. Tapi ternyata meleset. Total yang harus kami bayar adalah Rp 110.000. Selisih Rp 30.000 dari bayangan saya. Yah, selisih yang lumayan gede buat seorang ibu rumah tangga seperti saya.

Saya yang tak percaya langsung melihat struk nya. Harga makanan saya sudah tahu sebelumnya. Menurut saya harga makananya standar. Saya perhatikan apa yang membuatnya lebih mahal dari bayangan saya. Ternyata harga minumannya jauh di atas rata-rata




Untuk kelas rumah makan seperti ini, saya kira saya sudah terbiasa dengan 'standar harga'. Minuman sekelas es teh dan es jeruk biasanya dihargai paling tinggi seharga Rp 6.000. Itulah mengapa, saat memesan kami tak melihat daftar harga minuman sehingga kami tak menyangka kalau harganya sangat 'anti mainstream'. Apalagi kalau dibandingkan jeruk hangat tadi porsinya separuh dari es jeruk saya. Okelah kalau es jeruk saya memang mereka hargai segitu. Tapi kenapa jeruk hangatnya tidak dihargai separuh dari itu? Toh jumlah isinya juga hanya separuh dari es jeruk?

Ah, ya sudahlah. Daripada ngedumel, jadinya makanan yang masuk ke perut malah ga berkah dan mengundang penyakit. Dijadikan pelajaran saja. Bahwa lain kali, daftar menu itu harus dibaca dengan detail. Jangan terpatok dengan 'standar harga', karena ternyata rumah makan yang kelasnya sama pun bisa membrandol harga lebih tinggi.

2 comments:

  1. Haha. Ngakak :D

    ReplyDelete
  2. Halo Ibu dan Bapak

    Apakah Anda mencari pinjaman? , baik untuk bisnis atau untuk pelaksanaan peluncuran proyek, baik untuk membeli Anda apartemen atau membayar utang. Saya seorang pemberi pinjaman pribadi yang menawarkan jasa saya pinjaman antara individu swasta di bidang-bidang berikut:

    - PINJAMAN PRIBADI
    - REAL ESTATE LOAN
    - PINJAMAN HIPOTEK
    - AUTO LOAN
    - PINJAMAN REDEMPTION OF DEBT
    - PINJAMAN MODAL KENAIKAN
    - PINJAMAN LAIN

    Tingkat bunga kami adalah 2%, Anda dapat menghubungi kami melalui email: mariamsuleimanloanfirm@gmail.com untuk pinjaman Anda hari ini.

    Ibu Mariam.

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan komentar... :)